Mengapa Platinum Disebut Sebagai “Tier Neraka”?

Mengapa Platinum Disebut Sebagai "Tier Neraka"?
Sentinel-Wukong1

Salah satu kebanggaan dari setiap Challengers adalah mendapatkan tier yang tinggi dalam Ranked Match. Dalam mengejar bintang, tidak jarang seorang pemain akan melakukan segala cara dimulai dari Spamming Hero hingga Party dengan teman-teman.

Diharapkan dengan upaya tersebut, jalan menuju tier teratas (Conqueror) akan terbuka lebar. Sayangnya, tidak semua player pernah mencicipi tier teratas tersebut. Untuk para pemain Solo Ranked, biasanya akan merasakan ‘mentok’ atau Stuck di tier Platinum dan kesulitan untuk melaju lebih jauh lagi.

Banyak Challengers yang setuju bahwa tier Platinum pantas mendapat julukan “tier neraka” karena ini. Pemain baru akan benar-benar diacungi jempol setelah melewati tier Platinum dan mencapai Diamond. Apakah memang sesulit itu? Inilah beberapa alasan mengapa Platinum mendapat julukan tier neraka.

Pendatang Baru dari Tier Gold


Pemain-pemain di tier Platinum pastinya sudah beberapa langkah lebih maju dari tier Gold. Beberapa perbedaan yang dapat kita lihat adalah bagaimana pemain Platinum mengikuti Meta, berusaha sebaik mungkin agar kompak, dan berfokus pada objektif.

Namun, tidak jarang di tier ini masih ada pendatang baru dari tier Gold yang belum mengerti perbedaan ini. Para pendatang baru ini terbilang cukup menyulitkan karena biasanya susah diajak bekerja sama. Pola pikir dan playstyle mereka juga masih mementingkan diri sendiri dan kill dibandingkan kemenangan. Hal-hal seperti itu jelas mempersulit kemenangan di Platinum.

Berkumpulnya Mantan Diamond dan Conqueror


Hal ini biasa terjadi di permulaan Season baru, saat para pemain tier tinggi mendapat penurunan tier menjadi Platinum atau Gold. Mantan pemain tier tinggi biasanya memiliki playstyle yang lebih rumit dan tidak mudah dipahami tier rendah, sehingga seringkali mereka menjadi sasaran Toxic.

Sebaliknya, pemain tier atas juga seringkali memberi kesan sombong dan arogan. Tidak jarang mereka akan bertingkah layaknya kapten yang terus menerus memberikan perintah, dan marah saat rekan timnya tidak mendengarkan. Ujung-ujungnya malah adu bacot dengan tim, aduh…

Lindis

Pemain (Sok) Jago


Tidak dapat kita pungkiri bahwa memasuki tier Platinum adalah sebuah pencapaian yang besar. Saking besarnya, banyak pemain yang merasa dirinya sudah sangat jago karena mencapai tier ini. Pemain seperti ini biasanya tidak akan peduli dengan timnya, memilih hero dan bermain sesukanya. Padahal, seringkali satu kesalahan saja dapat berujung kekalahan di tier ini.


Tier Perpindahan Menuju Diamond


Perbedaan besar tier Platinum dengan Diamond adalah mode Draft Pick yang dapat dimainkan setiap Challanger di Ranked setelah mencapai Diamond. Sampai di tier Diamond berarti kalian dapat mencicipi pertandingan ala pemain profesional.

Hal ini membuat banyak pemain yang terburu-buru ingin sampai ke tingkatan selanjutnya. Ambisi untuk mencapai tingkatan selanjutnya memang bagus, tapi terlalu bernafsu juga dapat membuat pemain gegabah dan melakukan kesalahan. Oleh karena itu, selalu tenang dan jangan terburu-buru agar kalian dapat fokus pada pemainan.

==

Kesimpulannya, tier Platinum seperti “jembatan penghubung” antara pemain biasa dan pemain jago. Dalam proses melewati jembatan ini, tidak jarang kalian harus berusaha sangat keras untuk menyatukan kedua jenis pemain ini dalam tim.

Kuncinya adalah tidak mudah terpancing, dan tetap prioritaskan objektif serta kemenangan. Teruntuk kalian yang masih terjebak di tier ini, semoga berhasil melakukan hal tersebut dan melewati tier neraka ini.

Hidup penuh dengan tujuan, lalu apa tujuan hidupmu?

Leave a Reply