Fakta Menarik dan Cerita Singkat dari Astrid!

Fakta Menarik dan Cerita Singkat dari Astrid!
Astrid 800x533

Dari semua hero wanita di Arena Antaris, Astrid adalah satu-satunya yang merupakan anak dari bangsawan. Ayah bangsawannya tersebut bernama Duke of Roses. Kakaknya yang telah gugur dalam pertarungan membuat kehidupan Astrid berubah. Astrid yang dulu adalah seorang tuan putri yang cantik dan anggun, kini menjadi prajurit perang yang berpakain baju zirah dan bersenjatakan pedang legenda bernama ‘Embertrail’.

Kali ini Hasagi akan membahas Lore singkat Astrid The Indomitable yang mempunyai hubungan dengan Butterfly. Akan lebih baik jika kamu membaca Lore dari Butterfly dulu sebelum membaca ini. Langsung saja kita simak pembahasannya dibawah ini :

Astrid Mengabdi Kepada Thane


Thane

Saat Astrid berlutut di hadapan Thane dan mengucap sumpah, umurnya bahkan belum menginjak 18 tahun. ‘Aku akan menjadi pedangmu dan menebas semak penuh duri untukmu’. Sebagai pemilik pedang yang melegenda, ‘Embertrail’ dan penerus yang sah dari Duke of Roses, Astrid bersedia mengenakan jubah yang menanggung semua beban pada dirinya.

Dia menaikkan standar Flaming Rose dan berdiri di samping Thane, menunjukkan ikatan yang kuat antara bangsawan kuno dengan sang Raja baru ke muka umum.

Hubungan Astrid dengan The Fallen, Taara, Arduin, dan Miina


Taara 800x533

Sebelum Astrid mampu mengatur daerah kekuasannya, kekuatan kegelepan kembali dengan Taara sebagai pemimpinnya. Arduin dan Miina pun kini dapat dijumpai di tengah-tengah petinggi mereka. Astrid menyadari bahwa pemimpin dari pasukan yang haus darah itu merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas kematian Ayah dan saudaranya.

Astrid tak sabar untuk ikut bertarung dan membalaskan dendam kematian Ayahnya, namun Thane menghentikannya dengan lembut. Dengan tatapan yang hangat dan penuh kasih, Thane berkata “Kau sudah berjasa bagiku. Akulah yang akan menyelesaikan semuanya”.

Tekad Balas Dendam Astrid Kepada The Fallen


Slugger Astrid

Dengan kepala yang tegap, Thane mencoba menghentikan Astrid untuk tidak mengikuti peperangan. Ia menunjukkan tekad yang jarang ditunjukkan oleh lelaki seusianya. “Aku telah mengucapkan ikrarku sebagai kesatria. Tak masalah jika bangsawan lain menanti di kastil untuk menunggu kabar kemenangan, namun kesatria sejati harus terjun ke medan perang!”

Setelah mendengar ucapan itu, Astrid langsung meninggalkan jubbah merahnya, mengangkat Embertrail dan memimpin pasukannya menuju peperangan. Dan ia juga berkata “Tekadku tak akan pernah goyah!”

==

Itulah fakta dan cerita menarik dari Astrid The Indomitable. Setelah mengetahui latar belakangnya ini, mungkin kalian jadi lebih tertarik untuk menggunakan Astrid saat pertandingan.

Muhammad Rifki

Find sometime to do something.

Facebook 

Leave a Reply