Fakta Menarik dan Cerita Singkat Butterfly, Sang Pembunuh Bayaran!

Fakta Menarik dan Cerita Singkat Butterfly, Sang Pembunuh Bayaran!
Rework Butterfly

Hai calon Conqueror!

Siapa yang tidak kenal dengan hero cantik dan seksi Butterfly? Ia adalah Assassin lincah dan anggun yang bisa membunuh lawan hanya dengan sekejap mata. Selain itu, Butterfly juga merupakan Assassin yang sering di-pick pada Arena Antaris berkat kelincahannya dalam membunuh musuhnya.

Kali ini, Hasagi akan membahas Lore singkat dari Assassin yang berasal dari ordo dan dikenal dengan anggota pembunuh bayarannya. Seperti apa ya cerita dan fakta menariknya? Simak pembahasannya dibawah ini.

Butterfly Adalah Salah Satu Anggota Ordo (Pembunuh Bayaran Terkenal)


Butterly

Sebagai prajurit bayaran yang terlatih, dia mampu menjaga dan memulihkan staminanya melewati peperangan yang melelahkan. Nama Butterfly sendiri merupakan nama sandi pemberian dari ordo prajurit bayarannya. ‘Apa yang harus kulakukan saat perang usai?’ Ucap Butterfly pada malam yang dingin sembari pedangnya memancarkan cahaya merah darah tua dan memberi kesan mengerikan.

‘Bertahan hidup bukanlah sesuatu yang mudah bagi orang sepertiku, orang yang seringkali bersinggungan dengan darah dan urusan kotor’, ujarnya.

Hubungan Antara Astrid dan Butterfly


Astrid 800x533

Berkat kelincahan dan kompetensi yang ditunjukan oleh dirinya, serta jumlah unit wanita yang terbilang sedikit, Butterfly ditugaskan untuk melindungi sambil membantu kerajaan Duke of Rose dan putri termudanya, Astrid. Dia berhasil menyelesaikan sejumlah misi seperti menemani para bangsawan wanita ke berbagai acara besar seraya menjaga mereka dalam balutan busana pembantu sebagai penyamaran.

Berhasil Melawan Pasukan Arduin (Lokheim)


Butterfly Cyberpunk 800x533

Butterfly tidak akan menerima misi jika bayarannya kecil atau tidak menantang. Dia lebih suka memburu naga dari The Abyss atau membunuh ketua gerombolan bandit. Anehnya, misi baru yang diterima Butterfly kali ini tidak membosankan seperti yang dibayangkan sebelumnya. Tetapi, ia sangat bersemangat bahkan nyaris kewalahan saat menjalankannya.

Saat dirinya diutus untuk melindungi Astrid, Butterfly berhadapan dengan pasukan Lokheim yang berisi Arduin dan para kesatria Veda. Dan dalam pertarungan tersebut, Butterfly berhasil mengalahkan keduanya.

Kini Butterfly Tetap Bersama Astrid dan Menjadi Partner Perang


Technoblade Butterfly

Saat pertarungan selesai, keduanya harus menanggung luka berat akibat peperangan yang memakan waktu berhari-hari. Nyatanya, berdasarkan peraturan yang dimiliki ordo, Butterfly berhak meninggalkan misinya jika menemui hal ‘khusus’ selama menjalankan misi.

Akan tetapi, dia tetap menjalankan tugasnya yaitu melindungi Astrid di tengah ketiadaan Sang Ayah, Duke of Rose, yang tak akan pernah menyangka bahwa anak perempuannya akan turun ke medan perang.

Saat Astrid mengangkat pedang Ayahnya ‘Embertrail’, misi yang dijalankan Butterfly semakin sulit. Namun ia tak gentar, bukan hanya karena itu sudah jadi kewajibannya namun karena begitulah cara dia bekerja.
“Kata ‘kabur’ tak ada dalam kamusku”, jawabnya.

==

Itulah fakta dan cerita menarik dari Butterfly, Death’s Whisper. Cerita yang cukup menegangkan dan menarik bukan? Setelah mengetahui latar belakangnya, mungkin kamu semakin semangat untuk memainkannya di Arena Antaris.

Muhammad Rifki

Find sometime to do something.

Facebook 

Leave a Reply