Detail Lore dan Skill Y’bneth, the Old Growth

Detail Lore dan Skill Y'bneth, the Old Growth
Y-bneth

Apakah tahu bahwa ada hero dengan penampilan yang cukup unik di Arena of Valor (AOV)? Dia adalah Y’bneth, hero berbentuk seperti pohon yang hingga saat ini belum dirilis di server manapun selain Test Server. Kira-kira seperti apa skill dan juga latar belakang hero ini ya? Yuk kita simak bersama-sama.

Skills


Natural Affinity (Pasif): Y’bneth mendapatkan regenerasi 120 HP dan 14 Mana per detik selama bertahan di semak (Cooldown 15 detik). Namun efeknya akan hilang jika Y’bneth diserang.

Wicked Thorns (1): Y’bneth merentangkan bagian tubuhnya, menimbulkan 280 (+134) Physical Damage dan mengurangi Movement Speed musuh. Setelah serangan Y’bneth (Skill apa pun) mendarat di musuh sebanyak 5 kali (satu hit dihitung dua kali jika mendarat di Hero musuh), Skill ini berubah menjadi Redwood Rush.

Redwood Rush: Y’bneth mendapatkan Shield sebanyak 274 (8% dari Max HP) poin dan menerjang ke depan, menimbulkan 280 (134) Physical Damage dan memukul mundur musuh.

Branching Out (2): Menimbulkan 370 (+142) Physical Damage pada semua musuh di dalam area di hadapan Y’bneth dan mengumpulkan mereka ke tengah-tengah. Jika skill ini mengenai 2 musuh atau lebih secara bersamaan, musuh menerima 50% Damage tambahan dan terkena Stun selama 1 detik.

Nature’s Realm (Ultimate): Y’bneth tertidur, seketika menerima Shield sebanyak 686 poin (20% dari Max HP) dan menciptakan sebuah zona di sekelilingnya, mengurangi Movement Speed musuh di dalam zona sebesar 60%. Y’bneth tak bisa diserang saat sedang tertidur, dan memanggil bibit-bibit tumbuhan yang menyerang musuh di dalam zona hingga 20 kali, menimbulkan 60 (+51) Physical Damage.

Jika serangan bibit tersebut mengenai Hero musuh, Y’bneth akan menerima pemulihan 2% dari Max HP. Unit musuh akan terkena Stun selama 1 detik jika mereka terkena serangan bibit tumbuhan sebanyak 8 kali.

Lore


“Waktu itu adil, namun kejam…”

Manusia Pohon dari Hutan Elobrne merupakan penjaga alam yang kukuh. Selayaknya pohon pada umumnya, Manusia Pohon terlahir sebagai pohon muda yang lemah, namun perlahan tumbuh besar menghadapi puluhan hingga ratusan tahun kondisi alam yang kejam. Masa hidup yang mereka miliki memberi anugerah berupa ranting yang kuat, dedaunan yang lebat, serta kepribadian yang tenang dan damai. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Y’bneth. Dia merupakan individu yang berkeingintahuan tinggi, selalu ingin mempelajari ilmu baru.

Baik itu peri yang berlalu begitu cepat, burung yang menjelajahi langit, hewan yang mencari makanan, maupun ikan yang berenang. Y’bneth berhasrat untuk mengenal mereka semua. Dia sudah pernah menjelajahi Hutan Elborne yang luas, dan dia tak berniat berhenti sampai di situ. Semakin banyak ilmu yang dia dapat dari teman-teman barunya, semakin dia menyadari bahwa banyak hal yang belum dia ketahui. Akhirnya, datang hari saat dia harus memutuskan bahwa tiba saatnya bagi dirinya untuk menjelajah dunia luar.

Semua Manusia Pohon menganggap dirinya gila, dan bahkan para peri pun menganggap keputusannya sedikit gegabah. Burung-burung membawa kabar dari tempat yang jauh, manusia memperluas wilayah kekuasaan mereka, dan seringkali berperang dengan kaum Beast di perbatasan demi memenuhi hasrat mereka.

Makhluk yang bersembunyi di kegelapan pun bersiap untuk menjalankan rencana. Dapat disimpulkan, dunia luar bukanlah dunia yang damai. Y’bneth mulai mempertanyakan pilihan yang diambilnya. Haruskah dia mengikuti kata hatinya, atau haruskan dia mendengarkan saran teman-temannya? Akhirnya, dia menyimpulkan bahwa hanya Tree of Dawn yang mampu memberinya jawaban.

Tree of Dawn merupakan mahakarya Sang Pencipta, dan tempat sempurna bagi para Dewa yang dapat digunakan saat kembali ke Athanor. Ini merupakan bentuk keajaiban yang mengunci Rift, awal dari semua kehidupan. Bagi Y’bneth, berkunjung ke Tree of Dawn bagaikan pulang ke pangkuan ibunya. Tree of Dawn telah tertidur selama lebih dari sepuluh ribu tahun lamanya karena harus menguras semua energinya demi mengunci Rift, dan semua yang hendak berkomunikasi dengannya harus melakukannya melalui mimpi.

Manusia pohon memiliki keuntungan tersendiri dalam hal ini, yang perlu mereka lakukan adalah menanamkan akarnya jauh ke dalam bumi, dan dengan demikian mereka bisa langsung menjalin koneksi dengan Tree of Dawn melalui jaringan bawah tanah.

Setelah Y’bneth menjelaskan alasan di balik kunjungannya, dia dipersilakan masuk ke dalam mimpi Tree of Dawn, di mana dia merasakan sejuknya musim semi, cerahnya musim panas, dinginnya musim gugur, dan sepinya musim dingin.

Dia menyaksikan berlalunya empat musim, lagi dan lagi, dalam sebuah siklus tanpa ujung. Meskipun demikian, tak sepatah kata pun keluar dari Tree of Dawn. Itulah jawaban yang dia cari. Ikutilah alur alam, dan semua akan baik-baik saja. Oleh karena itu, Y’bneth mulai beranjak. Kali ini, tak satu temannya yang mampu menghentikannya, dan mereka mengadakan upacara perpisahan yang megah untuknya. Dia pun menerima hadiah perpisahan dari Tree of Dawn, sebatang ranting dari pohon legendaris.

Mengikuti arah sungai, Y’bneth berjalan kaki ke arah timur hingga tiba di Moonlit Plains, tempat di mana para pelayan kegelapan muncul dari bawah tanah dan mulai membuat kekacauan di tanah yang indah itu. Moonlit Plains, tempat yang dulunya merupakan tanah yang subur bagi flora dan fauna, menuju kepunahan dengan sangat cepat.

Saat itulah terbesit dalam benak Y’bneth, apa tujuan sebenarnya dari perjalanannya. Dia menarik batang dari Tree of Dawn, dan menggunakannya untuk menciptakan hutan yang baru di Moonlit Plains, yang dinamai Verno, berasal dari bahasa kuno Elf, yang bermakna “perlindungan”.

Hutan Verno yang rimbun telah memulihkan keseimbangan alam dan menjadi tameng yang melindungi semua penghuninya dari hujan panah dan sihir berbahaya. Dengan lahirnya Persekutuan Afata, Hutan Verno dengan cepat berubah menjadi pos terdepan untuk menghadapi serbuan pasukan kegelapan. Perjalanan Y’bneth berakhir di sini, dia mengakhiri pencariannya dan tinggal di Verno Woods. yang kini menjadi rumah keduanya.

Lokasi Hutan Verno yang strategis membuatnya menjadi tempat yang seringkali dilintasi penjelajah, sebuah situasi ideal bagi Y’bneth, yang gemar mendengarkan kisah mereka. Di tempat ini, dia mewujudkan mimpinya untuk belajar lebih banyak tentang dunia, seraya memenuhi takdirnya untuk melindungi kedamaian dunia, takdir yang dipercayakan padanya oleh Tree of Dawn.

“Aku akan melindungi rumahku beserta semua yang hidup di dalamnya!” ujarnya.

Hilmy Ramadhan

Seorang manusia yang suka jejepangan, baik hati, dan rajin menabung

Facebook 

Leave a Reply