Detail Lore dan Skill Arum, the Conjurer

Detail Lore dan Skill Arum, the Conjurer
Arum the Conjurer

Arum akan menjadi hero terbaru yang akan dirilis di Server Arena of Valor (AOV) Indonesia setelah Rourke. Ia menjadi hero ke-66 yang ada di Arena Antaris dan bisa digunakan para Challengers dalam pertarungan.

The Conjurer merupakan hero bertipe Tank/Mage yang memiliki kemampuan Life Steal tinggi. Seluruh skill-nya memiliki Scaling Magic Damage dan juga memberikan tambahan damage berdasarkan Max HP lawan. Ia bisa menjadi inisiator yang sangat baik saat team fight dengan Skillset yang dimilikinya.

Pada pembahasan kali ini, Hasagi akan menceritakan Lore milik Arum dan juga semua skill yang dimilikinya.

Skills


Ravenous Beasts (Pasif): Spirit Beast yang dikeluarkan oleh Arum akan menimbulkan 60 (+0,5 AP)(3% Max HP lawan) Magic Damage dan memberikan efek pemulihan sebesar 60 (+0,6 AP)(3% dari Max HP Arum) ketika mengenai hero musuh. Apabila Spirit Beast mengenai Creep, maka pemulihan HP yang diberikan hanya menjadi 1% dari Max HP miliknya.

Lion Tamer (1): Arum akan mengluarkan raungan yang menimbulkan 250 (+0,4 AP) Magic Damage dan memanggil Spirit Beast. Apabila raungan yang dikeluarkan Arum mengenai hero maka Cooldown skill akan dikurangi menjadi 50%. Arum hanya bisa memanggil 3 Spirit Beast saja. Spirit Beast ini akan menentukan damage dan juga efek CC dari skill Uncaged (2) miliknya.

Unchaged (2): Arum akan menggunakan semua Spirit Beast untuk memanggil seekor singa dan menyerang area target. Skill ini akan menghasilkan 500 (+0,6 AP) Magic Damage dan memberikan efek CC tergantung dari banyaknya Spirit Beast yang digunakan.

  • 1 Spirit Beast: Mengurangi Movement Speed musuh sebesar 50% selama 1 detik
  • 2 Spirit Beast: Singa tersebut akan menyerang 2 kali di garis lurus dan memberikan Slow sebesar 90% selama 1 detik
  • 3 Spirit Beast: Singa yang dipanggil Arum akan menyerang 3 kali dalam garis lurus dan memberikan efek Stun selama 1 detik.

Snare (Ultimate): Arum akan memanggil 3 Spirit Beast secara langsung dan mengikat dirinya ke arah target selama 2,5 detik. Ketika skill ini aktif, Arum serta lawannya tak bisa bergerak dan menggunakan skill. Apabila salah satu dari mereka mendapatkan serangan, maka damage yang diterima akan dirasakan oleh keduanya. Skill ini tak bisa dihentikan.

Lore


arum-2

“Leo, menurutmu aku keras kepala?”

Merasakan kehangatan si anak singa, Arum akhirnya berhasil menenangkan diri. Walaupun tidak suka akan perjodohan yang diatur untuknya, namun melarikan diri dari hal itu sepertinya hanya akan menimbulkan masalah yang lebih besar pada ayahnya. Lelah, baik secara mental maupun fisik, ia akhirnya tertidur di tengah hutan, tempat yang sudah dianggapnya sebagai rumah, di sisi Leo, yang ia percayai sepenuh hati.

Sepuluh tahun yang lalu, Arum tiba di Tamuq bersama ayahnya, Varian, yang memiliki pekerjaan sebagai prajurit. Tak butuh waktu lama baginya untuk menerima kenaikkan pangkat, dan akhirnya dia pun berpangkat Jenderal berdasarkan keputusan Dewan Federal. Namun, kedamaian tidak berlangsung lama. Konflik antara pihak Federasi dan Verno Woods terus meningkat dan Tamuq, sebuah kota kecil yang terletak di perbatasan, menjadi lokasi yang ideal bagi kedua faksi untuk berperang.

Arum-3

Arum pada dasarnya merupakan individu bijaksana dan pengertian, ia menyadari seberapa besar tekanan yang dirasakan ayahnya. Namun, bagaimana mungkin dia sanggup mengenyahkan rasa cintanya untuk Verno Woods, tempat di mana dia bertemu dan menyelamatkan Leo serta perjanjian yang dibuatnya dengan arwah Beast Lion Clan, hanya demi membantu ayahnya? Memang, banyak pihak yang bersikap tak bersahabat pada Arum karena masa lalunya yang tak biasa dan sikapnya yang netral.

Lagipula, akhir-akhir ini semua orang bersikap sangat waspada. Jika bukan karena reputasi yang dimilikki Varian, bisa saja Arum sudah dijebloskan ke penjara karena berkomunikasi dengan pihak musuh.

Peperangan semakin dekat, dan Varian pun memaksa Arum untuk menikahi Rahms. Arum sadar, ini demi keselamatan dirinya, karena sang ayah tak yakin dapat kembali dari peperangan kedua ras tersebut dengan selamat, dan satu-satunya cara untuk menjaga Arum adalah dengan menikahkannya dengan Rahms, satu-satunya cendekiawan berdarah bangsawan di Tamuq.

Nantinya setelah menikah dengan Rahms, Arum akan memiliki segala kekebalan politis dan tak bisa lagi menjadi sasaran olok-olok khalayak ramai. Hal ini tentunya menjamin masa depan yang lebih aman dan cerah untuknya, walaupun Rahms bukanlah pribadi yang terbaik dan tanpa dosa.

Arum-2

Namun, karena tindakan Arum yang melarikan diri, rencana Varian yang tela disusun rapi pun menjadi berantakan dan orang-orang pun mulai kehilangan kepercayaan pada dirinya. Mereka berpikir bahwa Varian menyusun semua rencana ini agar putrinya dapat melarikan diri ke Verno Woods.

“Dasar pengkhianat tak tahu malu!” teriak para warga yang sudah muak, dan akhirnya memutuskan untuk menjebloskan Varian ke penjara, yang merasa sangat terbebani ole rasa bersalah dan berupaya untuk mencari pembelaan atas apa yang telah diperbuatnya.

Begitu pun dengan Arum yang terlalu tertekan. Akhirnya dia pun diam-diam menyelinap, kembali ke Tamuq dan pulang ke rumahnya, namun tak mampu bertemu ayahnya di mana hanya ada prajurit yang menanti dengan ekspresi dingin. Arum hanya bisa pasrah saat mengetahui bahwa ayahnya telah dijebloskan ke penjara.

Dia pun bersedia untuk ditangkap dengan syarat ditempatkan dalam sel yang sama dengan sang ayah. Mereka pun menyanggupinya, karena bagaimanapun ia adalah putri Varian, sesosok figur yang dulu memiliki pengaruh besar.

Arum pun bertemu dengan ayahnya di penjara. Namun, sosok yang dulunya dikenal teguh dan gagah, kini nampak suram dan lemah. Tak pelak, hati Arum pun hancur berkeping-keping melihatnya.

“Anakku, mengapa kamu kembali? Mereka… mereka akan memenggal kepala kita!” ujar sang ayah.

“Maafkan aku, Ayah. Kalau bukan karena keegoisanku, kau tak akan berada dalam situasi ini,” jawab Arum.

“Tidak, aku orang yang salah. Jika aku tidak memaksa kamu untuk menikah, kamu tidak akan seperti ini,” sesalnya seraya melihat Arum yang menangis dan berlutut di hadapannya.

“Ayah, jangan menangis lagi! Percayalah, aku akan membebaskanmu dari sini!” tambah Arum dengan penuh kepercayaan.

Arum-1

Keinginan yang kuat menyelimuti Arum dan terlihat bersinar. Inilah pertama kalinya ia membangkitkan kekuatannya. Sebuah kekuatan yang diperoleh dari arwah Beast. Sikapnya pun berubah drastis, entah dari mana muncul sosok arwah hewan buas di sisinya, memancarkan aura berbahaya serta tatapan mengancam.

Varian sadar akan ikatan putrinya dengan The Woods, namun tak pernah menyangka bahwa Arum mampu mengendalikan kekuatan mistis yang begitu kuatnya.

Dalam beberapa saat saja, semua kekuatan dari awrah Beast menyelimuti Arum dan memberkati dirinya sebagai Guardian of the Lions yang baru. Kini ia bukan lagi manusia biasa, Arum menjadi bagian dari The Woods. Arum sebelumnya tak pernah berupaya untuk membangkitkan kekuatannya, sehingga tak mampu memberikan penjelasan yang masuk akal kepada ayahnya.

Namun, situasi genting memaksanya untuk bertindak cepat, ia memerlukan kekuatan untuk bisa keluar dan membebaskan diri dari penjara. Ia akan melenyapkan semua yang menghalangi demi menyelamatkan sang ayah tercinta.

Arum4

“Spirit of the Beast, telah tiba saatnya untuk membalas!”

~Arum, the Conjurer~

Hilmy Ramadhan

Seorang manusia yang suka jejepangan, baik hati, dan rajin menabung

Facebook 

Leave a Reply