Perkembangan Pesat Esports di Dunia: Tingkatan Organisasi

Perkembangan Pesat Esports di Dunia: Tingkatan Organisasi
Organization Tier

Hello Challengers!

Saat ini, Esports sudah menjadi bidang yang sangat digemari oleh pengusaha-pengusaha ternama untuk terjun dan bersaing di sana. Kita bisa melihat beberapa tim sepak bola seperti Paris Saint Germain (PSG) yang mengakuisisi tim Esports ternama yakni LGD di kompetisi Dota 2.

Melihat hal tersebut, tentunya kita bisa menilai bahwa organisasi-organisasi Esports di dunia sudah menjelma sebagai perusahaan profesional. Namun, tahukah kalian bahwa organisasi Esports yang ada di dunia memiliki tingkatan (Tier) untuk mengukur profesionalitas? Pada artikel kali ini, Hasagi akan membahas tingkatan (Tier) organisasi Esports yang ada di dunia. Berikut penjelasannya.

Organisasi Tier 1 (Pro)


EVOS Esports Logo

Organisasi Tier 1 merupakan yang terbesar dan Contender kuat dalam persaingan pasar di industri Esports. Organisasi ini memiliki visi dan misi jangka panjang yang sangat jelas, anggota yang bertalenta, dan pemimpin yang kuat serta budaya positif.

Mereka juga tak ragu untuk melakukan investasi besar untuk mengembangkan organisasinya, memiliki infrastruktur mendalam untuk menunjang kebutuhan atlet, serta sponsor yang banyak pula. Hal ini membuat organisasi Tier 1 memiliki penggemar yang banyak dikarenakan nama dari organisasi itu sendiri telah dikenal secara luas dan menjadi sebuah Brand kuat di industri Esports.

Selain itu, talenta yang dimiliki organisasi ini tidak perlu diragukan lagi. Mereka dapat membuat banyak orang memperhatikan dan mengikuti perkembangan organisasi dalam berbagai hal seperti event, turnamen yang diikuti, dan lain-lain.

Organisasi Tier 2 (Semi-Pro)


Esports Photo by ABC

Organisasi Tier 2 tentunya tidak sebesar Tier 1, dikarenakan organisasi ini masih dalam proses berkembang untuk menjadi lebih besar. Organisasi ini memiliki Talent yang berpotensi dan masih dalam tahap pengembangan.

Tingkat investasi pun masih belum sebesar Tier 1 dan sponsor yang dimiliki juga belum terlalu banyak. Organisasi ini sadar bahwa mereka masih berada pada tahap ingin mencari tahu apakah mereka akan menjadi Contender atau Pretender kedepannya.

Organisasi Tier 3 (Amatir)


AOV Switch

Organisasi Tier 3 merupakan yang terbawah dikarenakan mereka cenderung tidak jujur terhadap para pemain dan terlihat pada praktik bisnis mereka. Tidak membayar gaji para pemain tepat waktu, mengingkari kontrak pemain, menggunakan uang hasil juara pemain, dan melakukan praktik Bad-Mouth untuk merusak citra organisasi lain, merupakan beberapa contoh dari tipe organisasi Tier 3.

Organisasi ini memiliki talenta yang perlu dipertanyakan kejelasannya dan memiliki sangat sedikit bahkan tidak punya sponsor. Selain itu, sistem internal dari organisasi itu sendiri tidak tertata dengan rapi. Organisasi Tier 3 pada umumnya tidak menyadari bahwa mereka merupakan kelas rendah yang telah kalah bersaing di dunia Esports.

==

Sudah banyak organisasi Esports di dunia yang telah menjelma menjadi perusahaan dengan pendapatan besar. Namun, kita juga mesti bisa menilai sebuah organisasi Esports apakah mereka masuk ke Tier 1, Tier 2, ataukah Tier 3. Karena tidak semua organisasi Esports yang ada di dunia memiliki reputasi dan mentalitas seorang Contender (juara).

Tulisan ini dikutip langsung dari Jeff “Suijeneris” Chau, seorang CEO GameGether dan mantan General Manager Apple.

~Learn Something New Everyday~

A.K.A Montreal. Based on Bekasi and Jakarta. Have a huge interest in MOBA gaming and potential MOBA Analyst. Currently active as Arena of Valor player since it released.

Facebook Twitter LinkedIn Google+ YouTube  

Leave a Reply