Pandangan Legenda Bulu Tangkis Indonesia Taufik Hidayat Terhadap Esports

Pandangan Legenda Bulu Tangkis Indonesia Taufik Hidayat Terhadap Esports
Taufik Hidayat FI-2

Perhelatan Asian Games 2018 kemarin, mengukir sejarah baru karena cabang Esports pertama kali hadir walaupun masih dalam tahap Exhibition atau percobaan. Melihat hal tersebut, tentunya akan membuat Esports menjadi lebih diakui khususnya oleh kalangan masyarakat. Beberapa pemain profesional pun sudah mengutarakan pendapatnya terhadap Esports, salah satunya adalah Glen “Kurus” Richard.

Pada hari Senin tanggal 27 Agustus 2018 kemarin, pihak Arena of Valor menghadirkan acara Press Conference yang mendatangkan salah satu atlet legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat. Ia mengutarakan pendapat mengenai perkembangan Esports di dunia olahraga khususnya Indonesia. Untuk lebih jelasnya, kalian dapat melihat videonya di bawah ini.

Sedikit informasi, Taufik Hidayat berhasil mendapatkan medali emas pada cabang bulu tangkis di Asian Games pada tahun 1998, 2002, dan 2006. Tentunya pencapaian seperti itu sangat sulit untuk di dapatkan, apalagi perhelatan sekelas Asian Games yang tentunya butuh banyak pergorbanan.

Hadirnya Taufik Hidayat di Press Conference AOV kemarin, tentunya masih berkaitan dengan olahraga atau Sport di Asian Games. Di sana, kita juga akan melihat bagaimana pandangan Esports menurut Taufik Hidayat.

Di bawah ini, Hasagi sudah merangkum beberapa pertanyaan serta jawaban dari Taufik Hidayat mengenai opininya tentang Esports. Berikut rangkumannya di bawah ini.

Bagaimana perasaan mas Taufik ketika membawa Obor Asian Games?

Ya, membawa obor Asian Games merupakan satu penghargaan buat Atlet. Walaupun saya tidak membawanya di pusat GBK (Gelora Bung Karno), tapi saya meminta sendiri untuk membawanya di Bandung. Antusias masyarakat juga sangat bagus dan itu menjadi suatu kebanggaan buat saya.

Seperti yang sudah kita tahu, mas Taufik telah meraih berbagai pengharagaan di bidang Badminton, apakah ada momen yang tidak terlupakan selama karirnya di olahraga bulu tangkis?

Gamer juga belajar dan ada tahapan-tahapan yang ingin diraih dan semuanya membutuhkan proses, tidak bisa langsung juara.

Dalam dunia atlet, pertandingan paling tinggi itu adalah Olimpiade dan saya bersyukur sudah mendapatkan medali emas di tahun 2004 dan juga kejuaraan dunia di tahun 2005, Asian Games di tahun 1998, 2002, 2006, SEA Games dua kali (1999, 2007), dan Thomas Cup (2000, 2002).

Saya bersyukur sekali karena sudah memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia.

Kemarin pertandingan Arena of Valor di Asian Games telah berakhir, mungkin mas Taufik bisa memberikan sedikit pendapat mengenai hubungan antara Esport dan Tradisional Sport?

Ada kesamaan dan perbedaan di antara keduanya. Kita ambil contoh, kalau misalkan di atlet itu banyak yang berlatih menggunakan badan (fisik), tapi kalau Esports lebih ke psikis dan konsentrasi. Dan juga, saya rasa mereka membutuhkan olahraga untuk daya tahan fisik. Karena kalau hilang fokus, mereka tidak akan bermain dengan bagus, apalagi Esports juga menyangkut hal-hal seperti strategi yang mendalam.

Taufik Hidayat 2

Dalam olahraga bulu tangkis, kita juga mempunyai event tim dan bermain sebagai sebuah kesatuan. Jadi sebelum bermain, kita harus kumpul untuk menentukan strateginya seperti apa. Dan di sana, saya rasa hampir sama dengan atlet pada umumnya, namun mungkin perbedaannya hanya dalam hal konsep.

Seperti yang kita tahu, Mas Taufik sudah memiliki dua orang anak berusia 8 dan 11 tahun, kira-kira anak di rumah diperbolehkan bermain Game tidak?

Kalau dulu kan belum mengenal Gadget, jadi saya kurang paham mengenai game. Anak-anak saya bermain Game namun, kita sebagai orang tua harus bisa memberi arahan dan memberikan batasan-batasan yang jelas. Karena mereka juga perlu belajar di sekolah dan tidak bisa bermain Game terus.

Misalkan tidak dibatasi, takutnya anak-anak lupa akan kewajibannya yaitu belajar. Namun, saya tidak melarang anak untuk bermain game, karena itu juga melatih pikiran, teknik, dan juga taktik. Apalagi kalau misalnya mereka ingin serius masuk ke dalam Game AOV, silahkan saja. Tapi, mereka harus kita beri arahan batasan-batasan apa saja yang tidak boleh dilewati.

Bila misalkan ada anak mas Taufik yang bicara ingin menjadi Atlet AOV di Asian Games, apakah diperbolehkan?

Buat saya gak ada larangan buat anak-anak, selama hal itu positif. Apalagi ini bisa dipertandingkan dan membawa nama bangsa dan negara. Apapun keinginan anak, kita harus memberikan yang terbaik untuk anak dan juga bangsa ini. Tentunya, kita juga akan bersyukur ketika melihat anak menjadi yang terbaik.

Apakah ada harapan dari Mas Taufik selaku atlet Traditional Sport untuk para atlet Esports?

Saya mendengar bahwa Esports masih menjadi cabang Exhibiton di Asian Games. Indonesia mempunyai penduduk yang banyak, saya harap mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Esports. Apapun bidang olahraga yang digeluti oleh Indonesia, kita harus menyukai dan mencintainya. Saya yakin dengan kerja keras dan ketekunan, semua atlet bisa mengharumkan nama Indonesia.

Taufik Hidayat

Bisa disimpulkan bahwa sebenarnya cabang olahraga Esport tidak berbeda jauh dengan cabang Sport pada umumnya. Perbedaan yang cukup besar adalah Esport lebih berfokus kepada penggunakan otak untuk terus berkonsentrasi dalam melakukan strategi. Hal itu juga tentu membutuhkan olahraga fisik juga untuk daya tahan tubuh si atlet sendiri.

Syahdan Nur Muhammad

Leave a Reply