Mukill, Kendala Utama Timnas AOV Indonesia

Mukill, Kendala Utama Timnas AOV Indonesia
Timnas AOV Indonesia

Jelang dimulainya pagelaran Asian Games 2018, Timnas AOV Indonesia tengah berbenah diri dengan melakukan Bootcamp. Pelatihan yang dilakukan oleh Kurus dan kawan-kawan dilangsungkan dari tanggal 11 Agustus kemarin hingga tanggal 24 Agustus 2018 mendatang.

Timnas AOV Indonesia akan memulai perjalanan mereka melawan Timnas Chinese Taipei (Taiwan) pada tanggal 26 Agustus, saat Demonstration Sports dimulai.

Dalam Bootcamp tersebut, Tencent Games meminta bantuan salah satu tim dari Taiwan, ahq e-Sports Club sebagai lawan tanding Timnas AOV Indonesia. Mereka akan membantu Timnas AOV Indonesia untuk mematangkan strategi dan juga meningkatkan kemampuan team work serta individu setiap pemain.

Terkait persiapan tersebut, Hasagi berkesempatan untuk mewawancarai DG Kurus (kapten tim) dan juga GGWP Uugajah.

Sumber: duniagames
Sumber: duniagames

Menurut kedua pemain ini, mereka masih melihat adanya koordinasi yang kurang solid dari setiap pemain. Ego pemain yang cukup tinggi membuat mereka kesulitan mencuri kemenangan atas tim asal Taiwan tersebut. Mukill (Muka Kill) masih menjadi kendala yang pelik dan harus segera diselesaikan.

“Kalau di Indonesia, kita fokusnya dapet kill. Hal ini yang dilarang oleh pelatih. Mereka bilang kalau ingin menang gak melulu karena kill, tapi yang paling penting adalah timing dan objektif. Menurut gue itu emang masuk akal banget,” ujar DG Kurus ketika ditemui langsung.

“Ketika kita memfokuskan diri untuk mengejar musuh dan mendapatkan kill, waktu kita habis cukup banyak. Menurut coach itu memiliki banyak pengaruh ke dalam permainan,” tambahnya lagi.

Senada dengan Kurus, Uugajah juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki kebiasaan yang sangat buruk. Para pemain masih mementingkan ego, tak mengambil objektif, dan terlalu membuang-buang waktu.

Uugajah AOV

“Kalau di Indonesia itu kebiasaan semua jelek. Biasanya nafsu tinggi, gak objektif, kebanyakan jalan, dan kurang komunikasi. Itu yang pengen diubah, jadi step by step,” ungkap Uugajah mengenai pengalaman selama beberapa hari melakukan Scrim.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa selama ini pemain Indonesia lebih mengandalkan mekanik dan pengalaman saja, tanpa menerapkan strategi jitu. Pelatih dari Taiwan tersebut dihadirkan untuk membantu kita membangun strategi untuk mengimbangi tim lain.

Uugajah menambahkan bahwa sejatinya terdapat 3 pemain yang paling penting di dalam permainan. Mereka adalah Jungle, Midlane, dan juga Observer. Ketika ketiga pemain tersebut bermain dengan baik, maka kesempatan menang terbuka lebar.

“Dari segi chemistry antar pemain, ternyata yang paling penting adalah tiga orang, Jungle, Midlane, dan Observer. Di AOV itu kan ada tiga lane, atas, tengah, dan bawah, dan ketiga pemain ini akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan Midlane. Ketika Midlane menang, kanan dan kirinya (membahas Abyssal Dragon Lane dan Dark Slayer Lane) udah gampang,” ungkap pemain bernama lengkap Ilham Bahrul Hadi.

EVOS Carraway

Sedari awal, coach Timnas AOV Indonesia, Henri “Carraway” Teja juga mengatakan bahwa disiplin masih menjadi hal yang harus dibenahi di dalam tim. Jika para pemain bisa berkembang selama Bootcamp, bukannya tidak mungkin kita akan menjadi juara dalam ajang Asian Games 2018 kategori Demonstration Sports AOV.

Toxix Player

Ez GG!

Leave a Reply