EVOS Carraway: Tim Indonesia Kalah Disiplin

EVOS Carraway: Tim Indonesia Kalah Disiplin
EVOS Carraway

Pertandingan Group Stage AOV World Cup (AWC) 2018 sudah berakhir sejak tanggal 18-20 Juli kemarin. Beberapa tim ada yang berhasil lolos ke babak selanjutnya, ada pula yang harus pulang lebih awal. Tim Indonesia (EVOS Esports) menjadi salah satu tim yang angkat koper di babak Group Stage setelah menerima 4 kekalahan dari J Team (Taiwan) dan Saigon Phantom (Vietnam).

Dalam pertandingan yang berjalan selama 3 hari tersebut, Indonesia bermain di hari pertama (tanggal 18 Juli) dan juga hari ketiga (tanggal 20 Juli). Dari kedua pertandingan tersebut, perwakilan Tanah Air tak bisa mendapatkan 1 kemenangan hingga akhirnya terdepak dari AWC 2018.

Indonesia AWC 2018

Beberapa hari yang lalu, EVOS Esports sudah mendarat di Indonesia setelah melakukan perjalanan panjang dari Los Angeles, Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut, Hasagi pun sempat bertanya beberapa hal kepada coach Henri “Carraway” Teja dan juga Muhammad “Ahmad“.

Carraway pun menjelaskan beberapa hal yang menjadi penyebab kekalahan mereka di AWC 2018 kemarin. Menurutnya, terdapat perbedaan yang membuat Indonesia kalah saing dengan tim-tim di luar sana.

“Pertandingan di AWC 2018 sudah sesuai ekspektasi (tingkat kesulitannya). Tim SEA (seperti Vietnam dan Indonesia) lebih cenderung suka melakukan team fight. Sedangkan untuk tim-tim lain seperti China dan Taiwan, mereka bermain mengutamakan objektif dan juga super disiplin,” ujar Carraway.

60S.00_01_21_00.Still001

“Perbedaan yang paling mencolok antara tim Indonesia dengan tim luar adalah disiplin, game understanding, dan juga secure objective. Kalau soal team fight, saya yakin Indonesia lebih kuat,” tambahnya lagi.

Selain perbedaan gaya bermain yang terbilang berhasil diatasi pihak lawan, Carraway juga mengatakan terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan EVOS Esports pulang lebih awal, salah satunya adalah kendala VISA.

Jika kalian masih ingat, EVOS Esports sudah melakukan segala cara untuk mendapatkan VISA milik Muhamad Mustain “Mumuy” Al Maruf dan Randy “CL” Shimane. Sayangnya, hingga tanggal keberangkatan mereka tak berhasil mendapatkan VISA yang dimaksud dan harus mengganti roster. Coach Carraway masuk ke dalam tim bersama dengan Standin, Wyvorz.

Hal ini menyebabkan tim tidak melakukan latihan setelah Bootcamp dan lebih fokus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hasilnya, mereka hanya berlatih sekitar 1-2 hari sebelum AWC 2018 dimulai.

Carraway juga menambahkan bahwa Prep Tools dari pihak penyelenggara disebut tak terlalu baik dan membuat pemain sulit berkomunikasi.

IMG_9266

“Banyak Prep Tools mereka jelek. Kayak headset, mic, dan lainnya. Bahkan ketika kita bersiap untuk mengambil Dark Slayer (DS), tim Vietnam bisa tahu. Jadi ketika kita dalam posisi menang dan mau ambil objektif, musuh tahu. jadi bad luck lah,” ungkapnya.

“Kita itu waktu Early Game kuat banget, tapi ke Mid Game kalah di objektif. Gue kadang-kadang ingetin yang lain, kayak buat ambil Buff, tapi ada aja yang sibuk sendiri,” tambah Ahmad.

Meskipun sangat disayangkan tim perwakilan Indonesia gagal berbicara banyak di AWC 2018, masih ada Asian Games yang tak kalah bergengsi ke depannya. Coach Carraway, Ahmad, dan Hanss menjadi salah satu perwakilan Timnas AOV Indonesia untuk berlaga melawan negara-negara lainnya.

Semoga Coach Carraway dan kawan-kawan masih bisa menunjukkan kualitas terbaik mereka di panggung internasional selanjutnya.

Toxix Player

Ez GG!

Leave a Reply