AOV Talkshow Bersama Tim Indonesia AWC 2018

AOV Talkshow Bersama Tim Indonesia AWC 2018
wawancara-aov

Pada hari Kamis (26/7) kemarin, Garena AOV Indonesia melakukan sesi wawancara kepada perwakilan tim dari Indonesia di AWC 2018. Wawancara tersebut dimulai pada jam 11.00 WIB di Channel Garena AOV Indonesia. Sayangnya waktu itu hanya ada Carraway dan Hans karena WyvorZ, Ahmad, dan Wiraww datang terlambat.

Hasagi sudah rangkum sedikit dari percakapan mereka dengan shotcaster cantik Princess Rizuki. Seperti apa sih percakapannya dengan dua pemain pro ini? Berikut percakapannya:

Rizuki: Kenapa Tim Indonesia gak punya Coach? Padahal mainnya udah bagus. Kalo ada Coach kan pemainnya gak usah mikir.

Carraway: Ya, tim seperti Korea punya 2. Satunya Coach, satunya lagi assisten Coach. Kalo di tim Indonesia, saya sendiri sama manajer yang naik.

Rizuki: Kan biasanya lu role-nya Abyssal, kenapa bisa jadi Observer? (Bertanya ke Carraway)

Carraway: Kalah suit saya sama Yay *WyvorZ (jawab dia sambil bercanda). Sebenernya kan kalo Observer lebih enak buat vocal (shoutcaller), sedangkan kalo Yay kan diem terus.

Rizuki: Jadi gimana pengalamannya main Observer di LA?

Carraway: Wah! Observer cuma belajar 2 hari.

Rizuki: Gimana nih persiapan ke Asian Games?

Carraway: Kalo buat Asian Games… Yaa ada lah nantinya.

Rizuki: Siapa player favorit di AWC 2018 nih?

Hans: Pilih yang ganteng. Mm.. Mamad eh jangan jangan, udah terlalu cantik dia. Sleepy (Europa) sih.

Carraway: Kalo aku sih Yamate, soalnya sih dia open banget orangnya buat saling sharing.

Rizuki: Apa yang harus diperbaiki dari Gameplay Indonesia kemarin?

Carraway: Masih banyak.. Objektif (salah satunya)

Beberapa menit kemudian WyvorZ datang untuk ikut diwawancarai sebagai anggota Indonesia di AWC 2018 kemarin.

EVOS Interview

Rizuki: Kan Tiba-tiba Yay masuk ke dalam tim Indonesia untuk mewakili Indonesia, gimana cara ngebangun chemistry-nya?

Hans: Don’t worry, dia gak ada kesulitan. Waktu aku tanya siapa yang paling jago di GGWP, dia jawab “ya akulah”

WyvorZ: Aku gak pernah ngomong gitu (sambil ketawa-ketawa). Aku gak ada kesulitan, soalnya temen-temenku geng kadal.

Rizuki: Gimana nih Hans pengalaman melawan JT Yuzon sebagai DS Laner?

Carraway: Dia menang..

Hans: Aku stable gak kalah gak menang.

Carraway: Yakan tergantung Hero. Misalkan gini, kita makai hero yang bisa bantai musuhnya, namun lawan bisa sustain di lane tanpa harus mati, ya musuh yang menang.

Rizuki: Kan player Indonesia paling muda nih. Gimana reaksi orang luar melihat umur-umur pemain Indonesia yang masih muda-muda?

Carraway: Ya mereka kaget, mereka memberikan respect dan banyak yang ngajakin script

Rizuki: Kenapa bisa ter-comeback?

Carraway: Jadi gini guys, waktu hari pertama tuh headsetnya ancur banget, penuh dengan noise dan micnya ga jelas. Headphone yang gede itu ternyata cuma buat penutup kuping doang. Terus Hans ngomong apa kita gak denger, tapi kita bisa dengar musuhnya dan sebaliknya.

Hans: Orang Discord-nya satu server

Carraway: Jadi waktu kita ngomong, cuy DS. Musuhnya ya dateng.. Terus Hans itu yang sisa satu tower itu, kita gak tau Hans ngomong apa tiba-tiba udah didepan sendirian. Wiraww juga ngomong “menggila bung” yaudah lah kita kalah belum rejeki.

Kita disamperin tim Vietnam mereka ngomong “Good fight, really good fight” Terus aku nanya, kenapa sih kalian ban Murad flash terus? Mereka jawab karena Assassin paling bahaya ya Murad yang kalian mainin.

==

Tidak hanya itu, sebenarnya masih banyak hal-hal menarik yang dipertanyakan pada sesi wawancara tersebut. Jika penasaran dengan pertanyaan lainnya, kalian bisa langsung nonton channel Youtube Garena AOV Indonesia.

Syahdan

Leave a Reply