Selidiki Kasus Korupsi Quillen, Violet Dapatkan Surat Tak Terduga

Selidiki Kasus Korupsi Quillen, Violet Dapatkan Surat Tak Terduga
Violet

Hi, Challengers!

Apakah kalian sudah melihat lore terbaru untuk Ryoma? Dalam lore terbaru tersebut Ryoma diminta bergabung sebagai seorang prajurit untuk bertarung melawan Lu Bu. Lore terbaru ini merupakan lore lanjutan dan tidak mengubah latar belakang cerita yang sesungguhnya.

Channel YouTube Arena of Valor mulai sering melakukan update lore, dan kini kita akan membahas lore terbaru dari Violet, the Pistol Assassin.

Penasaran seperti apa kisahnya? Mari kita simak bersama-sama berikut ini.

Violet

“Sesuai dengan keputusan yang diambil oleh Federation of the Free, Junior Officer dari departemen Anda, Violet akan ditugaskan ke Demon Hunters sebagai komandan kedua. Kepindahan tersebut mulai berlaku sejak hari ini.” Tulisan tersebut terpampang jelas dalam sepucuk surat yang diterima oleh Violet.

Sambil mentap stampel bertandakan Komisi Militer Federal, Violet teringat kembali tentang sebuah pertarungan yang baru saja terjadi. Ia mempertanyakan keputusan yang diambil oleh Kepala Biro Investigasi, Norrick, yang memindahkan dirinya ketika kasus yang tengah ditangani ini dalam kondisi serius. Namun dengan segala keputusan yang ada, Norrick mengabaikan semua pernyataan yang mencela dirinya.

Tentu saja, di Federation of the Free, mutasi yang diberikan oleh Komisi Militer Federal tak bisa dibantahkan. Violet harus menyerahkan kasus korupsi yang telah ia selidiki selama setahun penuh ini kepada rekan-rekannya yang lain, meskipun ia tahu bahwa orang-orang tersebut tak memiliki kompetensi yang cukup.

Violet pun merobek-robek kertas yang ada di tangannya.

Hal ini semakin membuat Violet murka, di mana ia mengetahui alasan di balik mutasi yang diberikan oleh Norrick. Menurutnya, kasus korupsi ini melibatkan sejumlah tokoh penting, seperti Quillen, yang merupakan senator senior di federasi. Meskipun Violet memiliki keberanian untuk melakukan investigasi, Norrick lebih mementingkan orang-orang yang akan dirugikan apabila kasus ini terbongkar, termasuk dirinya.

“Kau ingin membuangku semudah itu? Tunggu dan lihat saja nanti,” tukas Violet sambil melempar kertas yang sudah rusak tersebut ke tempat sampah.

***

Singkat cerita, Violet tidak bisa menolak mutasi yang diberikan oleh pihak Komisi Militer Federal. Ia pun menjalani tugas barunya di Demon Hunters.

Sharpshooter Violet

“Apa yang sedang kau lakukan?” tutur Hartford Si Mata Satu kepada Violet (bawahan barunya).

“Pak, saya mengalami insomnia tadi malam dan bangun terlambat,” jawab Violet datar.

“Ini sudah ketujuh kalinya kau terlambat bekerja! Dan kau baru saja masuk ke kantor ini tujuh hari yang lalu!” ujarnya dengan mata melotot.

“Maafkan saya, pak, mungkin ketidakmampuan saya yang menjadi beban untuk pekerjaan saya ini. Jika kamu merasa bahwa ini benar (terkait ketidakmampuannya dalam bekerja), tolong pindahkan saya kembali ke departemen Norrick dan carilah orang lain yang cocok akan pekerjaan ini,” Violet sedikit mengangkat dagunya dan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Menemukan orang lain? Hah, kau pikir kau bisa menipuku? Kau hanya ingin kembali ke biro investigasi untuk menangani kasus (korupsi) itu. Dan biar saya beritahu, kau secara khusus dipilih sendiri oleh saya. Hartford. Jadi jika kau tidak bisa mengerjakan apa pun di sini, kau bisa mendapatkan surat ketidakmampuan dari saya dan langsung mengirimu pulang,” tutur Hartford.

Violet seakan tidak percaya bahwa Komandan Jenderal Demon Hunters berbicara seperti seorang brandal; bukan, bukan seperti brandal, tapi dia memang brandal.

Sempat hening beberapa saat, akhirnya Violet pun murka.

“Atas dasar apa kamu bisa melakukan itu? Saya sudah menangani kasus tersebut selama satu tahun penuh; saya bahkan menggunakan uang saya sendiri karena biro investigasi tidak mendukung saya. Setelah membuat kemajuan, saya dipindahkan dengan selembar kertas tipis. Bagaimana saya bisa menjalani pekerjaan baru saya dengan adil, pak?”

“Naif,” jawab Hartford dengan nada yang biasa saja.

Bentakan yang dilakukan Violet dianggap sebagai angin lewat.

***

Pada akhirnya Violet memutuskan untuk bertahan. Alasannya sederhana, seperti yang dikatakan Hartford, jika ia tak bisa menggulingkan Harford (seorang pria tua yang setengah cacat), maka ia memiliki kesempatan yang sangat kecil untuk bisa melawan rubah tua yang licik itu. “Bertahanlah, pengalaman di sini akan baik untuk perkembanganmu,” ujar Hartford untuk membujuk Violet.

Violet pun mengakui hal tersebut, Demon Hunters yang baru didirikan ini bagaikan komoditi panas yang diincar banyak orang. Pangeran Thane telah berjanji untuk memberikan pendaaan secara berkala dan memberikan persenjataan paling canggih. Selain itu, Demon Hunters yang memiliki sejarah dengan para penyihir, para dewan pun bersedia membantu.

Violet 2

Salah satu faktor terpenting yang membuat Violet menyerah setelah berdebat dengan Hartford adalah, dirinya hampir saja bangkrut setelah mengeluarkan banyak biaya dalam kasus sebelumnya. Gaji yang ia terima dari pekerjaan baru ini cukup memuaskan dan dapat menyelamatkannya dari jeratan utang.

“Pak, dari banyaknya orang di federasi, apa yang Anda lihat dari dalam diri saya? Saya bisa mengubahnya!” tutur Violet seakan tak menyerah untuk berjuang.

“Seorang perwira dengan jiwa kebenaran tinggi seperti Anda adalah orang yang sempurna untuk melatih rekrutan baru. Mereka adalah harapan dari masa depan federasi kita; bukan, tapi masa depan seluruh umat manusia!” ujarnya dengan bangga. Wajah brandalnya kini tak terlihat lagi, seperti apa yang pernah Violet bayangkan sebelumnya.

“Baiklah! Pak, Anda menang.”

“Jangan kecewa seperti itu. Jika nanti ada pria yang kau taksir, beri tahu saya dan saya akan mengurusnya,” jawab Hartford seraya bercanda.

“Bah-bah-bah, saya belum seputus asa itu! Saya harus segera bekerja, sampai jumpa!”

==

Chika

Say "Yousoro!"

Facebook 

Leave a Reply