Dampak Negatif dari Boosting Rank di Arena of Valor!

Dampak Negatif dari Boosting Rank di Arena of Valor!
Domba Antaris2

Setiap Challenger tentu ingin mendapatkan Rank yang tinggi. Selain dapat dijadikan ajang pamer, bermain di tier atas akan membawa kebanggaan dan rasa puas tersendiri. Proses Climbing Rank yang berat pun akan terbayarkan ketika Challenger berhasil mendapatkan bintang yang cukup untuk mencapai tingkat selanjutnya.

Namun tentunya tidak semua proses Climbing berjalan mulus. Untuk sampai di Rank tertentu, seorang Challenger harus memenangkan sejumlah pertandingan. Untuk memperlancar kemenangan, mereka akan melakukan segala cara.

Cara ini bervariasi, dimulai dari berlatih keras, melengkapi Arcana, membeli hero menggunakan Voucher, hingga menggunakan jasa Boosting.

Boosting bukanlah sesuatu yang asing di dunia game. Istilah ini mengacu pada tindakan membayar para “joki” untuk memainkan akun seseorang guna mendapat Benefit tertentu. Di AOV, jasa Boosting adalah “jalan pintas” untuk mencapai tier atas.

Meski kerap berhasil dan si pemain merasa bangga akan Rank pada akunnya, Boosting juga memiliki dampak negatif. Inilah dia dampak-dampak negatif dari Boosting Rank di AOV.

Skill Tidak Sesuai Rank


Zuka Bodhi 800x533

Untuk mencapai tier tinggi, tentunya player tidak akan berhenti mengasah skill mereka. Hasil dari latihan keras biasa membuat pemain tier atas memiliki skill piloting, pemahaman mekanik, dan strategi yang lebih baik dari pemain tier bawah.

Menggunakan jasa Boosting dan melewati proses pembelajaran tersebut akan membuat seorang player tidak paham pada hal-hal di atas. Hasilnya, pikiran mereka tidak akan sejalan dengan pemain lain dan berakhir jadi beban tim.

Tidak Paham Meta


Ghost Samurai Yorn

Meski bermain dengan kreatif dan fun diperlukan di AOV, tidak dapat kita pungkiri bahwa Meta juga penting. Pada suatu Patch, tentunya terdapat trend hero, item, strategi, atau kombinasi ketiganya untuk mempermudah kemenangan.

Pemain tier atas umumnya paham dengan hal ini karena mereka rajin mencari tahu. Sebaliknya, pemain dengan ID hasil Boosting-an biasanya tidak tahu maupun peduli dengan hal ini. Sifat “masa bodoh” mereka tidak hanya akan merugikan diri mereka tapi juga tim.

Tidak Berkembang


Thane

Player tier atas “instan” umumnya tidak akan bertahan lama. Setelah mencoba Climbing dan gagal, kebanyakan dari mereka akan berhenti mencoba dan berpuas diri pada Rank tertentu. Tapi, yang namanya Rank tentu akan di-Reset pada akhir Season.

Ujung-ujungnya, bukannya mencoba untuk meningkatkan Skill, mereka malah membayar joki untuk Boosting lagi di Season depan. Alih-alih makin jago, bisa-bisa kemampuan mereka Stuck atau malah turun karena tidak merasakan sendiri perjuangan dalam Ranked Match.

Lahirnya Domba di Tier Tinggi


Domba Antaris

Kombinasikan tiga hal di atas, maka lahirlah Domba Antaris di tier tinggi. Hal ini tak ubahnya seperti”virus” di tier atas. Selama Challenger masih memilih cara instan untuk mendapatkan Rank tinggi, maka hal ini akan terus terjadi. Dampak negatif ini akan “menyeret” banyak pihak dalam kerugian, bukan cuma mereka yang melakukan Boosting.

==

Itulah beberapa dampak jika seorang player menggunakan jasa Boosting dalam AOV. Ingat, mendapatkan Rank tinggi adalah hasil dari proses yang tidak mudah maupun sebentar. Setelah mengetahui dan mengalami dampak negatifnya, masih ada yang mau pakai jasa Boosting?

Syahdan Nur Muhammad

Leave a Reply