Belajar Menjadi Shoutcaster AOV — Part 6

Belajar Menjadi Shoutcaster AOV — Part 6
Shoutcast Part 6

Hello Challengers!

Artikel ini merupakan bagian terakhir dari tema “Belajar Menjadi Shoutcaster AOV” yang sudah kami terbitkan beberapa hari lalu. Setelah kalian membaca beberapa artikel sebelumnya mengenai apa saja yang harus dipelajari untuk menjadi Shoutcaster, kali ini kita akan membahas langkah untuk belajar menjadi Shoutcaster pemula.

Untuk menjadi Shoutcaster, tentunya kalian harus belajar dari video-video Replay antar tim agar mampu menganalisis lebih dalam pada pertandingan selanjutnya. Kalian juga tidak boleh hanya terpaku pada pengalaman bermain kalian sendiri pada suatu Game. Untuk lebih jelasnya, yuk kita sama-sama lihat pembahasannya di bawah ini.

Menonton Video Mengenai Gameplay AOV


Mikael Anthony AOV

Mencari video yang bagus, tentunya akan membantu kalian untuk meningkatkan kemampuan Shoutcasting. Video tingkat kompetitif, sangat disarankan karena banyak terjadi hal-hal yang menguji seorang Shoutcaster dari segi kemampuan berbicara, pengetahuan, serta keahlian tentang Game.

Permainan tingkat kompetitif juga menguji kalian untuk bisa menceritakan apa yang terjadi di seluruh Map pada saat bersamaan. Jika ragu, kalian tentu bisa memilih untuk melakukan Cast terhadap Video Gameplay yang direkam oleh kalian atau teman.

Setelah Video didapat, kalian bisa langsung melakukan Cast terhadap video tersebut serta rekam diri sendiri. Dari video rekaman tersebut, kalian bisa menilai sejauh mana skill Shoutcasting dan temukan bagian yang harus ditingkatkan.

Meminta Umpan Balik (Saran) dari Orang Lain


MOR Late Game

Jangan pernah ragu untuk meminta umpan balik dari teman terhadap hasil Cast kalian. Jangan takut untuk menerima kritikan, karena semakin banyak kesalahan yang kalian lakukan akan semakin banyak pula bagian penting untuk dipelajari. Kemudian, kalian harus terus mencoba melakukan Cast dan membuat jadwal sendiri.

Sebagai contoh kalian memiliki target melakukan Cast 30 jam selama satu minggu untuk meningkatkan kemampuan Casting-nya. Hal ini diperlukan untuk membuat diri kalian lebih termotivasi lagi menjadi lebih baik.

Percaya diri dan kerja keras merupakan senjata utama untuk mencapai titik “Mahir” dalam melakukan Shoutcasting. Jangan pernah merasa cukup dengan pencapaian kalian dan terus berlatih untuk mencapai tingkat tertinggi.

Berpikir Kritis


JInnar Splash Art

Kemampuan berpikir ini dapat membantu meningkatkan fokus kalian dengan cara “Mempertanyakan banyak hal yang terjadi”. Karena untuk mengetahui suatu hal bisa terjadi, tentunya harus ada pertanyaan yang timbul dalam diri kalian.

Contoh Dasar:

Tim B berhasil melakukan Team Wipe setelah Abyssal Dragon”

Pernyataan

Apa yang terjadi saat Team Fight sehingga menyebabkan Team Wipe?”

Pertanyaan

Kurangi pikiran-pikiran semacam “Ah itu mah rata karena tim B lebih jago” atau “Tim B heronya sakit-sakit jadi sudah dipastikan menang”. Jika hal tersebut muncul di otak kalian, maka orang tersebut belum bisa dikatakan dapat berpikir kritis.

Berpikir kritis perlu kalian latih dengan cara-cara seperti yang sudah dijelaskan di atas. Selain itu, kalian juga perlu untuk mengomentari sesuatu hal atau Game berdasarkan atas apa yang didapat dan dipelajari, tentunya dengan data-data valid dan akurat.

==

Itulah cara atau kiat untuk menjadi Shoutcaster di sebuah Game khususnya AOV. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadikan kalian Shoutcaster-Shoutcaster handal di Indonesia.

Kalian bisa baca Part 1Part 2Part 3, Part 4, dan Part 5 melalui tautan yang kami berikan.

~Learn Something New Everyday~

Playlolindo

A.K.A Montreal. Based on Bekasi and Jakarta. Have a huge interest in MOBA gaming and potential MOBA Analyst. Currently active as Arena of Valor player since it released.

Facebook Twitter LinkedIn Google+ YouTube  

Leave a Reply