Belajar Menjadi Shoutcaster AOV — Part 5

Belajar Menjadi Shoutcaster AOV — Part 5
Shoutcasting Part 5

Hello Challengers!

Artikel ini merupakan lanjutan dari beberapa artikel sebelumnya terkait Shoutcaster. Seperti yang kita tahu bahwa Shoutcaster merupakan pekerjaan sulit dan harus memiliki analisis mendalam pada Game. Selain itu, Shoutcaster juga terdiri dari dua jenis yaitu PBP Caster dan Co-Caster yang bisa kalian baca di sini.

Pada artikel ini, kita akan membahas cara-cara ampuh untuk menjadi seorang Shoutcaster di AOV terutama saat Game menginjak fase Late Game. Late Game merupakan fase menjelang akhir permainan dimana segala momen penting seperti team fight atau Comeback terjadi.

Menyalurkan Hype Menjadi Sesuatu yang Informatif


Shoutcaster

Peran PBP Caster di Late Game tentunya akan semaikn dominan dikarenakan peran Co-Caster hanya sebatas menganalisa kondisi Net Worth, pemilihan item, dan manajemen team fight dari tim yang bertanding. Semakin lama pertandingan berlangsung, akan semakin menegangkan juga kondisi yang dihadapi seperti perebutan objektif maupun team fight 5v5.

Seorang Shoutcaster terutama PBP Caster harus bisa menyalurkan Hype ini menjadi suatu yang informatif dan berguna bagi para penonton. Selain itu, seorang Shoutcaster juga harus bisa memperkirakan waktu-waktu yang tepat untuk bisa mengeluarkan Hype agar tidak berlebihan.

Memberi Informasi Ketika Clash Akan Terjadi


MOR Late Game

Menyambung pembahasan pada artikel sebelumnya di Part 4, Shoutcaster harus bisa memprediksi kapan akan terjadi team fight 5v5 antar kedua tim. Dengan memberitahu penonton akan team fight yang akan terjadi, membuat penonton tentunya semakin fokus terhadap kondisi saat ini.

Selain itu, seorang Shoutcaster harus bisa menganalisis mengenai pemenang team fight yang akan berlangsung. Shoutcaster bisa menganalisis mengenai item yang sudah didapatkan kedua tim, Net Worth, dan kekuatan hero untuk menentukan tim mana yang akan menang secara di atas kertas.

Mengikuti Alur Game


Final MD vs CJ Game 1

Seorang Shoutcaster perlu menikmati Game dengan menceritakan kondisi yang terjadi agar alur permainan tetap menarik. Walaupun, kedua tim hanya bermain aman di area masing-masing, seorang Shoutcaster harus bisa membawakan pertandingan dengan baik dan asik.

Ia juga harus bersiap ketika terjadi sebuah team fight yang melibatkan hero-hero pada Game tersebut. Shoutcaster harus bisa memberikan Hype ketika sesuatu yang menarik akan terjadi.

==

Fase Late Game bisa kita ibaratkan seperti menonton sebuah film aksi di bioskop. KIta hanya perlu menunggu dan menikmati untuk sesuatu yang menarik terjadi. Namun, seorang Shoutcaster harus bisa mentranslasikan hal yang menarik tersebut ke dalam sebuah paket agar bisa dinikmati oleh penonton.

Jika seorang Shoutcaster dapat membahas informasi seperti positioning tim, cara menginisiasi War, dan pemilihan item disertai dengan Hype yang wajar, tentunya akan membuat kondisi Late Game semakin menarik dan menegangkan.

Kalian bisa baca Part 1Part 2, Part 3, dan Part 4 melalui tautan yang kami berikan.

~Learn Something New Everyday~

Playlolindo

A.K.A Montreal. Based on Bekasi and Jakarta. Have a huge interest in MOBA gaming and potential MOBA Analyst. Currently active as Arena of Valor player since it released.

Facebook Twitter LinkedIn Google+ YouTube  

Leave a Reply