Beberapa Alasan Challengers Memilih “Stuck” di Salah Satu Tier

Beberapa Alasan Challengers Memilih "Stuck" di Salah Satu Tier
Astrid 800x533

Arena of Valor adalah game dengan persingan yang sangat tinggi, terutama mengenai tier Ranked Match. Tiap player berlomba-lomba untuk menaikkan tier mereka dengan harapan dapat meningkatkan performa mereka.

Perjuangan untuk “mendaki” tier ini juga tidak mudah, dan baik Solo maupun Party Ranked memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Inilah sebabnya tier Conqueror hanya bisa dicapai oleh pemain yang terbaik dari yang terbaik.

Hanya saja, di tengah-tengah persaingan berdarah ini, ada beberapa orang player yang tidak berminat untuk ikut serta di dalamnya. Pemain seperti ini biasanya sudah cukup puas setelah mencapai tier tertentu seperti Gold atau Platinum, dan berhenti bermain Ranked sepenuhnya.

Entah takut turun tier, atau merasa puas dengan dirinya. Inilah beberapa alasan mengapa pemain-pemain ini memilih berdiam diri di tier tertentu:

Beristirahat


Inilah salah satu alasan paling umum. Ranked Match memberikan beban pikiran dan tentunya membutuhkan keseriusan yang lebih dibandingkan Quick Match dan Mode lainnya. Ada kalanya, pemain merasa lelah dalam mengejar tier dan memilih untuk bermain santai. Mereka yang sudah terlalu nyaman bermain santai butuh waktu lebih lama untuk kembali bermain Ranked.

Mempersiapkan Diri


Mempersiapkan diri bisa jadi alasan lain pemain menahan diri pada suatu tier. Persiapan ini dapat berwujud macam-macam, seperti melengkapi Arcana, berlatih menggunakan hero baru, hingga meningkatkan skill dan gameplay agar seorang pemain siap sepenuhnya saat mencapai tier baru.

Nakroth 1

Mendapatkan Kekalahan Beruntun (Lose Streak)


Menang-kalah adalah hal yang biasa dalam permainan, tapi kalah Ranked berkali-kali hingga mendapatkan Lose Streak bisa jadi pukulan besar bagi pemain AOV. Untuk pemain Solo Ranked terutama, kekalahan beruntun bisa diartikan sebagai “sinyal” untuk berhenti bermain Ranked. Bertemu tim yang buruk dan lawan yang jago terus menerus juga dapat memicu hal ini.

Merasa Tier Tersebut Sudah Sesuai Dengannya


Meski agak jarang, ada juga kok pemain yang benar-benar merasa nyaman di sebuah tier. Tier tersebut dianggap sudah sesuai dengan kemampuannya, tidak terlalu mudah untuk menang, namun juga tidak mustahil mendapatkannya. Biasanya pemain seperti ini benar-benar memainkan AOV untuk mencari kesenangan saja, sehingga ia tidak peduli jika tier-nya ketinggalan dibanding teman-temannya.

==

Demikianlah beberapa alasan mengapa seorang memilih untuk “stuck” pada suatu tier. Perlu kalian ingat bahwa hal ini tidak selalu buruk kok, yang penting adalah bagaimana kalian bisa mendapatkan kesenangan dalam bermain. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Hidup penuh dengan tujuan, lalu apa tujuan hidupmu?

Leave a Reply