5 Hal Menyebalkan yang Pasti Ditemui di Tier Bawah — Part 2

5 Hal Menyebalkan yang Pasti Ditemui di Tier Bawah — Part 2
Nakroth 1

Hi Challengers!

Bermain Ranked di tier bawah Arena of Valor (AOV) merupakan hal yang sangat menyebalkan. Di sana biasanya kita akan bertemu dengan pemain baru, atau bahkan pemain-pemain lama yang mentok dan tidak bisa berkembang ke level selanjutnya.

Sebenarnya semua pemain memulai perjalanan mereka dari bawah, yang menjadi kendala adalah sulitnya berkomunikasi dengan ego yang tinggi.

Pada pembahasan kali ini, Hasagi akan memberikan 5 hal menyebalkan yang ditemui tier bawah bagian kedua.

Tak Ada Inisiatif Menggunakan Observer


Chaugnar Hazmat 800x533

“Kita bermain untuk membunuh musuh lebih banyak”, mungkin itulah yang ada di benak para pemain tier bawah AOV. Dengan membunuh musuh dan memiliki KDA luar biasa, mereka akan ditakuti, disegani, dan dianggap profesional oleh rekan satu tim atau lawannya.

Dengan pemikiran seperti itu, tentu saja mereka akan menggunakan hero-hero kuat seperti Archer, Mage, ataupun Assassin untuk bisa menghasilkan damage besar. Tak ada yang berinisiatif untuk menggunakan Role Observer dan menjadi Support di dalam tim.

Role Support sebenarnya memiliki tugas yang sangat krusial dalam sebuah tim. Hero-hero Support dapat memberikan kontribusi besar dalam sebuah team fight dan memenangkan pertarungan. Sayangnya, mereka masih menganggap Support sama seperti serpihan debu.

Tak Menggunakan Quick Chat dengan Efektif


Arthur Splash Art

Mungkin inilah salah satu yang membedakan tier atas dengan tier bawah. Mereka tak mendengarkan instruksi rekan satu tim yang menggunakan Quick Chat ataupun Ping. Mereka akan merasa bahwa suara yang terdengar tersebut sebagai angin lalu dan mengabaikannya.

Padahal, penggunaan Ping atau Quick Chat ini sangat penting untuk memberikan tanda bahaya ataupun komunikasi singkat untuk melakukan pertempuran.

Mudah Menyerah


frostbite raz

Pemain tier bawah biasanya memiliki mentalitas yang belum terbentuk dengan baik. Pemain dengan mentalitas juara pasti akan berusaha bermain sebaik mungkin meskipun timnya tengah terdesak ataupun kalah.

Namun, pemain-pemain tier bawah akan memilih untuk menyerah lebih awal, melakukan Feeding yang disengaja, atau bahkan AFK dan meninggalkan permainan. Padahal, tim masih memiliki kemungkinan menang dengan bermain aman dan melakukan Scaling.

Tak hanya itu saja, faktor yang menentukan kemenangan di AOV bukanlah Kill, Level, ataupun Gold. Yang membuat sebuah tim mendapatkan kemenangan adalah dengan menghancurkan atau mendapatkan objektif lebih cepat dari tim lainnya.

Terlalu Memaksakan Diri dan Overpush


Nakroth

Di sini pemain akan memaksakan diri melakukan push Tower untuk mengambil objektif. Padahal ia tahu bahwa Jungler dan beberapa laner musuh tak terlihat. Seharusnya ia sudah bisa merasakan bahaya tersebut dan kembali ke dalam Base.

Split Push bisa berhasil apabila kalian memiliki tim yang dapat bertahan dari gempuran lawan dan diam-diam mengambil objektif. Kalian harus bisa menentukan timing dan kondisi yang pas untuk melakukan push dengan melihat situasi yang terjadi dan juga map.

Penggunaan Satu Hero yang Berlebihan


Yorn

Pemain tier bawah biasanya tak akan melihat komposisi tim dan bermain sesuka hati mereka. Tak jarang, mereka akan memilih Baginda Yorn sebagai andalan mereka. Yorn memang memiliki kemampuan Scaling yang sangat baik, namun ia juga memiliki kelemahan besar dengan tidak adanya Escape Tools.

Salah satu alasan kenapa Yorn begitu sering dipilih adalah karena ia termasuk ke dalam hero Newbie yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemain. Tak heran kenapa ia selalu muncul dalam permainan, karena saat itu pilihan hero terbilang sedikit.

==

Beberapa hal di atas sebenarnya bisa diantisipasi dengan komunikasi yang baik antar rekan satu tim. Bermainlah untuk menang, bukan berlomba mendapatkan Kill.

Playlolindo
Difa Wardana

Seseorang yang menyukai musik Folks dan lagu-lagu Joji ini pernah bercita-cita untuk menjadi Top Global BarBarQ.

Facebook Twitter 

Leave a Reply